Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya, Dengan Menge-Blog-kannya Rumah Inspirasi Toha Zakaria

March 25, 2009

BERSYUKUR LAGI

Filed under: Inspirasi Pribadi — TOHA @ 2:03 pm

Minggu ini sungguh menjadi minggu keberuntungan saya. Apakah saya baru dapat hadiah mewah? Oh.. bukan. Atau baru dapat undian berhadiah? Juga bukan. Kadang kita menilai keberuntungan hanya dari sisi mendapatkan sesuatu (positif) dan mengesampingkan keberuntungan dari sisi terhindar dari sesuatu (yang negatif). ada tiga kejadian yang rentang waktunya berdekatan yang membuat saya layak di beri label “Si Untung”
Kejadian pertama terjadi sewaktu saya naik bus Agra dari Cikarang menuju Uki. Sore itu saya mau ke harco mangga dua untuk mengambil komputer. Seperti biasa pengamen menemani setiap perjalanan bus kota. Kebetulan penumpang lagi sepi dan saya memillih duduk di belakang. Sambil melepas lelah sepulang dari kantor tanpa terasa saya hampir tertidur. Saya tersadar kembali ketika bus sedang melaju di jalan Tol si pengamen menghampiri saya untuk minta ongkos (ongkos ngamen maksudnya 🙂 ). Pengamen tersebut mendekatkan topi ke samping celana saya. topi tersebut dia pakai untuk menaruh ongkos ngamen. Beberapa detik setelah memberi ongkos tiba – tiba saya tersadar, HP saya di bawa si pengamen. Baru 1 langkah si pengamen melangkah, tangannya langsung saya pegang. Dan benar saja, HP saya ada di genggamannya. Langsung saja HP tesebut saya rebut. Ketahuan usahanya gagal pengamen tersebut hanya cengar – cengir. Penumpang lain tidak ada yang tahu kejadian tersebut. saya pun enggan meneriaki jambret diakarenakan pengamen tersebut tidak sendirian melainkan bersama 2 orang temannya. Pikir saya “ah.. yang penting HP saya aman” Ah…Alhamdulillah saya beruntung.
Kejadian kedua, dua hari setelah kejadian pertama. Siang waktu istirahat saya pergi ke ATM untuk kperluan transfer. Beberapa meter keluar dari ATM tiba – tiba dari arah belakang ada yang memanggil ke arah saya. “pak kartunya masih ketinggalan” saya pun kaget bukan kepalang. Dan setelah saya cek memang benar kartu ATM masih ada di mesin ATM yang masih dalam keadaan On. artinya bisa saja orang tadi menyedot semua uang saya tanpa meninggalkan jejak sedikitpun. Bisa – bisa “puluhan juta” hilang tak berbekas. Ah.. Alhamdulillah saya beruntung lagi.
Kejadian ketiga mirip kejadian pertama namun dalam skala yang lebih kecil. Sewaktu beli bakso yang harganya 5000 , saya memberi ke penjualnya 20 ribuan. Setahu saya yang saya kasihkan ke abangnya adalah uang 5 ribuan sehingga saya langsung cabut tanpa menunggu lagi. Baru beberapa meter melangkah abang bakso yang baik hati memanggil saya dan memberi tahu saya kalau uang kembaliannya belum diambil. Ah.. Alhamdulillah saya memang benar – benar orang yang beruntung.
Seandainya peristiwa yang berlangsung beruntun tersebut berakhir sebaliknya, HP hilang, uang di ATM habis, dan uang 15 ribu hilang, bisa jadi saya akan memberi gelar diri saya sebagai diri yang sial. Tetapi karena yang berlangsung adalah keberuntungan, maka saya berhak memberi gelar sebagai orang yang beruntung.
Apakah kejadian di atas hanya kebetulan? Tidak ada yang kebetulan. Suatu akibat yang spesifik pasti ada sebab yang spesifik pula. Bahkan gugurnya sehelai daun bukanlah proses yang kebetulan. Ketiga kejadian tersebut mengingatkan saya pada artikel yang pernah saya posting yang berjudul “PRINSIP”. Bagi yang belum pernah baca silahkan baca artikel tersebut. mungkin ada hubungan ketiga pengalaman saya diatas dengan artikel tersebut.
Semoga keberuntungan di atas memancing keberuntungan – keberuntungan yang lain. Dan semakin membuat saya yakin bahwa saya adalah Pribadi yang selalu beruntung. Dan pribadi yang pandai bersyukur.
Salam Penuh Berkah
Toha Zakaria

March 10, 2009

SEMINAR GRATIS FINANCIAL REVOLUTION

Filed under: Berita — TOHA @ 7:09 am

Tanggal 13 – 15 maret besok di JITEC (Jakarta International Event & Convention Center) Mangga Dua Square akan ada Seminar Gratis yang sangat luar biasa. Siapa pembicaranya? Pembicaranya adalah Tung Desem Waringin. Pak Tung merupakan salah satu motivator favorit saya. Mendengarkan beliau ngomong seperti tak pernah ada rasa bosan. Selain dari seminarnya, suara pak tung biasa saya dengarkan lewat Audio book di MP3 Player dan juga lewat radio Smart FM Setiap hari rabu jam 17.00 Wib. Bagi anda yang peduli dengan kualitas hidup anda, harus mengikuti seminar ini. Di seminar ini kita akan belajar :

1. Bagaimana bisa bertahan dan tumbuh semakin Kaya dalam krisis ekonomi.
2. Merubah MONEY BLUEPRINT.
3. Bagaimana UANG MENGEJAR KITA (bukan kita mengejar uang).
4. Bagaimana cara orang kaya mengumpulkan uang RIBUAN KALI dibanding orang biasa dalam waktu yang sama.
5. Bagaimana punya PETERNAKAN UANG.
6. Bagaimana memulai usaha TANPA MODAL
7. Bagaimana memulai usaha dengan kemungkinan berhasil 98 %.
8. Finansial rontgen untuk kesehatan keuangan anda.

Apakah seminar ini benar – benar gratis? Tidak!. Seminar ini berbandrol 100 ribu US$, eh salah 100 ribu rupiah. Caranya, anda beli dulu bukunya pak Tung yang berjudul “Marketing Revolution”, dengan beli buku tersebut anda berhak mendapat 2 tiket seminar. Kemudian silahkan validasi tiket tersebut dengan membayar 100 ribu yang kata pak Tung hanya untuk pengganti modul seminar. Murah bukan! Seminar 3 hari hanya seharga 100 ribu rupiah. Kalo menurut saya pribadi harga seminar yang hanya 100 ribu rupiah adalah harga yang sangat gratis..tis..tis.

Sebenarnya tanpa beli buku tetap bisa menghadiri seminar tersebut. soalnya saya pernah dapat bocoran dari pak Tung waktu beliau mengisi acara di Radio Smart FM beberapa minggu lalu. Pak Tung mengatakan kalau sebenarnya kita bisa ikut seminar beliau dengan bayar 100 ribu di tempat seminar dan tanpa beli buku. Cukup datang di Hari H kemudian bayar 100 ribu untuk Administrasi + Workbook + Makan siang (kalo yang terakhir tidak termasuk ? ) maka kita sudah bisa mengikuti seminarnya. Tapi ada resikonya, jika tempat sudah penuh dari pendaftar hari – hari sebelumnya, maka panitia berhak menutup pendaftaran
Mengapa saya sangat merekomendasikan seminar ini? Apakah saya sudah pernah mengikuti seminar ini?. Jawabannya : saya sudah pernah mengikuti seminarnya pak tung yang lain (bukan seminar seminar Financial Revolution) Sehingga saya tahu betul kualitas seorang Tung Desem Waringin, dan berani menjamin setiap seminar yang dibawakan beliau pasti seminar yang punya nilai tinggi. Saya jamin deh anda pasti ketagihan menyongsong seminar di hari ke 2. Tidak percaya? Mau bukti ?. Awal Desember 2008 di tempat yang sama pak Tung juga mengadakan seminar Financial Revolution. Waktu itu saya tidak bisa hadir dikarenakan pekerjaan yang tidak bisa di ajak kompromi. Akhirnya saya pun melimpahkan ke Kakak saya & teman kerjanya (2 tiket 200 ribu saya yang bayar). Dan ternyata kakak saya mau mengikuti seminar tersebut. padahal beliau sama sekali belum kenal siapa itu Tung Desem Warinign. Sebelum berangkat ke seminar saya mengatakan kepada kakak saya “selama 3 hari saya jamin ga bakalan bosen, kalo di hari pertama sudah bosen, hari ke-2 dan ke-3 ga usah dilanjutin” dan benar saja, sepulang seminar di hari pertama kakak saya begitu semangat mereview seminar yang diikutinya. Dan di hari ke-2 waktu mau berangkat anak kakak saya bertanya pada bapaknya “Abi (bapak) mau kemana?” kakak saya dengan penuh semangat menjawab “mau menuntut ilmu sayang”. Padahal kakak saya ini hampir tidak pernah bersentuhan dengan seminar – seminar umum. apalagi pembicaranya belum dia kenal. Untuk lebih jelas silahkan buka www.dahsyat.com.
Salam Penuh Berkah.
Toha Zakaria

February 25, 2009

Ebook Gratis Blitz Reading : Membaca Secepat Kilat

Filed under: Ebook Gratis — TOHA @ 6:18 pm

Membaca beberapa halaman buku hanya dalam hitungan detik? Bisakah? Bisa jika tahu caranya. Blitz Reading berbeda sengan speed Reading. Speed Reading masih seperti layaknya membaca biasa namun dilakukan dengan cara cepat. Sedangkan Blitz Reading mirip dengan cara kerja Fotocopy atau Scanner.
Sebagai perumpamaan, misalkan di kantor anda disuruh oleh bos untuk mengetik ulang beberapa lembar surat dan mengganti beberapa bagian kalimatnya. Bos anda menyuruh mengetik ulang dikarenakan master surat yang ada di komputer sudah tidak ada. Apa yang anda lakukan? Ada 2 cara, cara pertama dengan waktu yang agak lama, yaitu seperti apa yang diperintahkan bos anda dengan mengetik ulang surat tersebut. tentu ini akan memakan waktu lama. sedang kan cara yang kedua memakan waktu relatif singkat tanpa anda harus mengetik ulang surat tersebut. Caranya adalah surat tesebut anda scan dan hasilnya adalah berupa gambar (kumpulan kata dalam format gambar). Kemudian anda konversi gambar surat tadi menjadi berupa karakter huruf dalam format Doc dengan menggunakan software OCR (Optical Character Recognition) yang biasanya disertakan di CD Driver bawaan Scanner. Jika cara pertama kita perumpamakan Membaca dengan cara biasa layaknya yang dilakukan banyak orang, sedangkan cara kedua adalah perumpamaan membaca dengan BLITZ READING. Dan sang pakar Blitz Reading Mas Ronny Fr telah menyusun secara detail semua tentang Blitz Reading kedalam sebuah Ebook. Tanpa banyak basa basi Silahkan download Ebook luar biasa tersebut D I S I N I atau Klik Kanan Gambar di atas lalu pilih ‘Save link As’.

Salam Penuh Berkah
Toha Zakaria

February 17, 2009

AIR AJAIB “PONARI SWEAT”

Filed under: Berita — TOHA @ 3:56 pm

Akhir – akhir ini berita tentang ponari si “dukun” cilik dari jombang begitu heboh. Berbagai media berusaha menampilkan apapun tentang ponari. Kesembuhan yang begitu ajaib, antrean pasien yang sungguh luar biasa, hingga datangnya masalah baru dari kemunculan ponari dengan batu ajaibnya. Sesuatu yang aneh dan sedikit saja menyentuh salah satu aspek kehidupan manusia, maka sesuatu yang aneh tersebut akan menjadi pusat perhatian besar. Begitu juga Ponari dengan batu ajaibnya. Hanya dengan sebuah celupan batu yang dianggap sebagai batu “Biasa”, segelas air bisa menjadi air ajaib yang menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Untuk saat ini batu milik ponari masih dianggap aneh, karena memang belum ada yang bisa menjelaskan secara ilmiah. Dan bisa jadi di masa depan batu ajaib milik ponari tidak lagi dianggap aneh, karena sudah diketahui secara ilmiah mengapa batu tersebut bisa menyembuhkan. Sama halnya ketika misalnya saya memperkenalkan sebuah benda kecil yang bisa di pakai berbicara jarak jauh (HP) kepada penduduk pedalaman yang tidak pernah berinteraksi dengan dunia luar. Bisa dipastikan benda kecil tersebut akan dianggap aneh oleh masyarakat tersebut. Ini dikarenakan masyarakat pedalaman tersebut belum bisa menangkap secara lumrah keanehan benda kecil tersebut. Ketika ada penjelasan mengapa benda kecil tadi (HP) bisa digunakan untuk komunikasi jarak jauh, masyarakat pedalaman yang tadinya menganggap aneh, berubah menjadi suka dan bahkan akhirnya mengubah paradigma berpikir mereka. Sama halnya dengan Wright bersaudara si penemu pesawat terbang. Pada saat mereka mengemukakan ide mereka, semua orang mencibir, bahkan juga di tentang oleh ayahnya sendiri. Ayahnya mengatakan “tidak mungkin manusia bisa terbang, hanya malaikat yang bisa terbang”. Sekarang kita lihat, pesawat terbang adalah hal yang bukan lagi aneh. Meskipun bisa jadi kita tidak tahu ke-Ilmiahan Pesawat terbang.

Kembali ke Ponari dan batu ajaibnya. Bagi yang jeli dan punya insting bisnis yang baik, bisa saja ponari bekerja sama dengan perusahaan minuman besar seperti Aqua misalnya, untuk memproduksi secara masal air – air ajaib tersebut. cukup masukkan saja batu ajaib tersebut ke dalam penampungan air yang besar. Setelah didiamkan beberapa saat masukkan kedalam kemasan yang layak. kemudian misalnya di beri merek “PONARI SWEAT” dan djual di toko – toko 😀 . Bukankah ini sebuah ide segar di tengah kontroversi?. Jadi janganlah skeptis terhadap hal – hal baru yang bisa jadi kita belum melihat dari sudut pandang lain dan dengan cara lain.
Sudahkah anda minum Ponari Sweat hari ini? 😀

Salam Penuh Berkah
Toha Zakaria

Update :
Apakah berarti saya setuju dengan praktek Perdukunan ponari? Sedikitpun saya tak menaruh respek terhadap praktek perdukunan ponari. Selain menimbulkan masalah sosial yang begitu beragam, efek dari ponari yang lebih berbahaya adalah timbulnya sirik masal di tengah masyarakat. Artikel saya di atas hanya sebagai pembuka wacana bahwa kita harus punya pola pikir maju terhadap kemungkinan – kemungkianan masalah dan peluang yang kita temui sehari – hari.

February 14, 2009

SEPEDAKU..TEMANKU

Filed under: Curhat — TOHA @ 5:33 pm

 

Foto di atas adalah foto sepeda saya yang saya parkir di sebuah pusat perbelanjaan Bekasi. Akhir – akhir ini sepedaku tak begitu bersahabat. Jok busa sadelnya rusak (terlepas) sehingga hanya tertinggal tulangnya saja. Hal itu membuat pantat saya sakit. Mungkin minggu depan perlu di bawa ke bengkel. Bagiku Sepeda tersebut seperti teman dekat. Berangkat kerja ku bawa, pulang kerja ku bawa, kerumah paman/bibi kubawa, ke tempat “cari ilmu” juga kubawa. Seandainya dia mampu mengerti (more…)

January 7, 2009

MENATA KALIMAT MENGUNTAI MAKNA

Filed under: Inspirasi Pribadi — TOHA @ 6:00 am

16 Oct 2008 @ 09:46pm

Nama : muhammad baikhati (nama Samaran)

Pesan:

“Untuk alumni SMA 1 Pacitan yang bernama Dwi T (nama samaran)/ ku mohon berubahlah menjadi lebih baik, sampai kapan antum (kamu) akan bersikap dzolim terus kepada ane (saya) wahai hamba Allah yang terlihat alim dan sholeh. mohon berubahlah jika hati antum memang belum buta, gelap dan keras. Dari saudara seiman yang senantiasa antum dzolimi sampai saat ini. baikhati UNY.”

Kalimat itulah yang mengejutkan saya sekitar pertengahan November lalu. Kalimat yang memiliki makna yang sangat dalam. Sudah lama saya tidak mengunjungi website Sekolah saya SMA 1 Pacitan yang beralamatkan di www.sman1-pacitan.sch.id. Sekitar pertengahan november saya mengunjungi blog tersebut. Ada 2 hal yang membuat saya kaget. Pertama kabar meninggalnya guru biologi yang dulu juga pernah mengajar saya, yang kedua kalimat yang ada di Shout Box komentar blog tersebut. Mengapa saya merasa kaget dengan komentar tersebut? Saya memang tidak kenal dengan pengirim kalimat tersebut, M. baikhati (samaran). Tetapi saya kenal baik dengan nama yang di tuju kalimat tersebut. Beliau adalah teman seperjuangan waktu masih di SMA khususnya semasa di RISMA (Remaja Islam Masjid). Teman saya ini sekarang baru menyelesaikan kuliahnya di Jogja dan telah menemukan tantangan kehidupan baru di daerah selatan Jogja. Ternyata kalimat tersebut sudah ada hampir 1 bulan, dan tentunya selama waktu tersebut sudah banyak pengunjung website tersebut yang tahu akan kalimat tersebut. Seketika itu juga saya segera menghapus komentar tersebut dari website dengan cara menumpuknya dengan komentar baru. Sorenya saya menelpon Dwi T, teman saya untuk mengklarifikasi berita ini. Ternyata Dwi tidak tahu kalau namanya di catut ke muka umum di website SMA. Beliau juga saya kasih tahu kalau pesan tersebut sudah saya hapus.

Cob kita teliti kalimat tersebut dengan NLP.

“Untuk alumni SMU N 1 Pacitan yang bernama Dwi T (nama samaran)/ ku mohon berubahlah menjadi lebih baik, sampai kapan antum akan bersikap dzolim terus kepada ane wahai hamba Allah yang terlihat alim dan sholeh. mohon berubahlah jika hati antum memang belum buta, gelap dan keras. Dari saudara seiman yang senantiasa antum dzolimi sampai saat ini. baikhati UNY.”

Kalimat tersebut mengandung banyak makna tak terlihat (asumsi) yang kurang baik. Mengapa di sebut makna tak terlihat? Karena keberadaannya sangat samar – samar atau halus. Saking samar – samarnya, makna yang kurang baik tersebut akan masuk ke dalam pikiran bawah sadar pembaca secara tidak sadar. dan bisa jadi akan menciptakan “Belief negatif” baru bagi pembacanya.

1. “ku mohon berubahlah menjadi lebih baik”, mempresuposisikan bahwa Dwi T sulit berubah menjadi lebih baik. (Catatan : presuposisi = asumsi)
Coba kita bandingkan dengan contoh lain, bagaimana rasanya.
“Anakku ku mohon berubahlah menjadi lebih baik”,
“Muridku Ku mohon berubahlah menjadi lebih baik”
Bagaimana rasanya? Sama kan? Sama – sama terasa sulit berubah (menjadi lebih baik).

2. sampai kapan kamu akan bersikap dzolim kepada saya”, mempresuposisikan bahwa Dwi T terus menerus berbuat dzolim sampai waktu yang belum diketahui.
Coba kita bandingkan dengan contoh lain, bagaimana rasanya.
“sampai kapan kamu akan membenci saya”
“sampai Kapan Kamu akan membohongi saya”
Bagaimana rasanya? Saya di 2 contoh di atas, sama – sama sedang di benci/dibohongi secara terus menerus. Atau, kamu di 2 contoh diatas, sama – sama sedang membenci/membohongi secara terus menerus sampai waktu yang belum diketahui.

3. “wahai hamba Allah yang terlihat alim dan sholeh, mempresuposisikan bahwa Dwi T sebenarnya tidak alim dan tidak sholeh.
Kata terlihat mengasumsikan bahwa kealiman dan kesholehan Dwi T yang dimunculkan hanya mewakili dari proses Visual. Dan tidak mencerminkan KeAliman dan keSholehan yang sesungguhnya.

4. “mohon berubahlah jika hati kamu memang belum buta, gelap dan keras sama dengan kalimat pertama mempresuposisikan bahwa Dwi T Sulit berubah menjadi lebih baik. Dan mempresuposisikan bahwa sulit berubah di sebabkan hatinya yang buta, gelap, dan keras.
Memang saya jarang ketemu dengan teman saya Dwi T ini. Jadi saya tidak tahu bagaimana detail kehidupan dia sekarang. Tapi apakah elok mengangkat masalah yang terlihat sangat pribadi ke permukaan umum. Bagaimana jika kalimat itu munculnya di harian Kompas atau Detik.com ? bagaimana jika nama yang di dimaksud diganti dengan Presiden SBY dan dimunculkan di harian kompas atau jawa pos. Mari kita coba sekarang dan coba anda rasakan
Untuk alumni SMU N 1 Pacitan yang bernama Susilo Bambang Yudhoyono (misalkan)/ ku mohon berubahlah menjadi lebih baik, sampai kapan antum (kamu) akan bersikap dzolim terus kepada ane (saya) wahai hamba Allah yang terlihat alim dan sholeh. mohon berubahlah jika hati antum memang belum buta, gelap dan keras. Dari saudara seiman yang senantiasa antum dzolimi sampai saat ini. baikhati UNY. (Harian Kompas …. january 2009)

Di tujukan ke bapak SBY dan di muat di Harian Kompas atau jawa pos, kira – kira apa yang akan terjadi?. Bisa jadi akan menjadi sebuah berita besar, dan si penulis akan di gugat ke pengadilan karena dianggap mencemarkan nama baik.
Kembali ke masalah teman saya tadi.
Seandainya yang mengetahui tulisan tersebut adalah orang yang lagi punya masalah dengan Dwi T, bisa jadi akan semakin menebalkan masalah atau bahkan memunculkan sifat buruk baru lagi.

Seandainya yang mengetahui tulisan tersebut adalah orang yang lagi benci dan dengki dengan Dwi T, bisa jadi kebencian dan kedengkian orang tersebut akan semakin kuat.

Seandainya yang mengetahui tulisan tersebut adalah orang yang tidak punya masalah dengan Dwi T atau orang yang hanya tahu Dwi T tapi tidak mengenal secara personal, tentu akan memunculkan asumsi – asumsi baru yang negatif.

Seandainya Dwi T adalah seorang caleg dan tulisan tersebut di baca oleh rakyat yang mau memilihnya, bisa jadi rakyat akan ragu dengan pilihannya tersebut.

Seandainya Dwi T adalah seorang guru dan tulisan tersebut di baca oleh muridnya yang dia didik sehari – hari, bisa jadi muridnya tidak lagi respek terhadap gurunya tersebut.

Kalimat tersebut sejatinya tidak bisa dijadikan kesimpulan mengenai akhlaq Dwi T. Tetapi efek dari kalimat tersebut bisa menimbulkan kesimpulan yang jelek secara utuh bagi mereka yang tidak memahami secara mendalam. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga: hanya karena sebuah kalimat jelek yang keshahihannya masih perlu di pertanyakan, citra baik seseorang jadi ternodai. Sebagai contoh pernah ada kisah tentang seseorang yang sangat menyukai pecel lele, yang tiba-tiba menjadi sangat anti dengan ikan lele, hanya dikarenakan melihat (satu kejadian) suatu kolam lele yang (maaf) dibangun di bawah jamban umum. Apakah setiap kolam lele di bangun di bawah jamban umum? Apakah orang tersebut sudah detail dalam melihat dan menganalisa kolam lele tadi?. Mungkin bertanya ke pemilik kolam tentang saluran jambannya, apakah lele tersebut untuk di konsumsi atau ada fungsi tertentu (bukan di konsumsi).

Sebagai penutup berikut saya kutipkan sebuah Anonim.
Ketika saya masih muda, dan bebas berimajinasi, saya bermimpi mengubah dunia. Seiring bertambahnya usia dan kebijaksanaan, saya mendapati dunia yang tidak berubah, saya pun menyederhanakan keinginan saya dan memutuskan hanya ingin mengubah negeri saya.

Akan tetapi, tampaknya tak ada yang berubah dengan negeri saya. Usia pun kian senja, usaha terakhir saya adalah berusaha mengubah keluarga, orang – orang terdekat. Akan tetapi, lagi – lagi, mereka tetap sama, tak ada yang berubah.

Dan, sekarang, saat saya terbaring sekarat di ranjang kematian, tiba – tiba saya menyadari : bahwa yang seharusnya pertama kali saya lakukan adalah mengubah diri sendiri. Kemudian memberikan katauladanan, saya mengubah keluarga saya. Dorongan dan inspirasi mereka memungkinkan saya memperbaiki negeri dan siapa tahu, saya mungkin mengubah dunia.

Salama Penuh Berkah
Toha Zakaria

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress