Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya, Dengan Menge-Blog-kannya Rumah Inspirasi Toha Zakaria

May 22, 2008

KESADARAN

Filed under: Inspirasi Pribadi — TOHA @ 6:05 am

Alarm Hp berdering. Mataku terbuka. Aku kembali sadar akan kehidupanku
Ohh.. ternyata aku masih hidup.
Ku tarik nafas panjang dan perlahan ku keluarkan.
Ohh. Memang benar aku masih hidup.
Seketika itu pula aku teringat dengan kehidupanku, keluargaku, kerjaku, PT ku, Sepedaku, orang – orang yang ku kenali, harapanku, kebutuhanku, keinginanku, masalah – masalahku, rasa sedihku, rasa gembiraku.
Otak dan hatiku mengantarkan jasadku ke kamar mandi
Ohh…memang benar. Aku benar – benar masih hidup.
Ketika tak dengar lagi buyi alarm. Ketika nafas sudah tak ada yang ter tarik. Ketika aku tak ingat lagi dengan kehidupanku, tak ingat dengan keluargaku, tak ingat dengan siapa yang ku kenali, tak ingat dengan harapanku yang belum terwujud, tak ingat dengan rasa sedih dan gembiraku.
Ahh… Aku jadi Miris. Betapa berharganya waktu Pagiku ini, dan juga Pagi waktu esok, dan waktu – waktu pagi seterusnya.
Mungkin seringkali menganggap apa yang kumiliki adalah hal yang biasa. Setiap Hembusan nafasku, setiap sorotan pandanganku, Setiap yang ku dengar, setiap yang ku makan, setiap yang ku pikirkan, Setiap ayunan kakiku di sepeda. Sungguh anugrah yang luar biasa.
(Oh iya – iya .. aku harus siap – siap kerja..)

April 30, 2008

RUWETNYA SEBUAH MALL

Filed under: Inspirasi Pribadi — TOHA @ 10:02 pm

Saya duduk termenung di pojokan samping kasir di sebuah toko roti di MM bekasi. Saudara sepupu saya lagi mengantri untuk membayar 2 potong roti yang telah di pilihnya. Dan setelah saya hitung ternyata dia ada di urutan ke 11. Aduh… banyak banget. Dan akhirnya pun saya bertemu lagi dengan yang namanya “menunggu”. Kegiatan yang paling banyak di benci orang. Menunggu kereta, menunggu ibu yang lagi belanja di pasar, menunggu pacar, atau menunggu gajian…. Di saat seperti ini tak ada teman ngobrol keculai diri saya sendiri. Maka agar kegiatan menunggu tidak membosankan, saya mencoba mengamati suasana mal yang penuh dengan manusia dengan tipe bermacam – macam. Subhanallah saya tertegun dengan apa yang saya lihat dan rasakan. Begitu banyak orang berseliweran. Dengan berbagai model, ukuran, warna, corak, kepentingan dan tentunya pikiran yang bermacam – macam. Atau kalo bahasa kantor saya, orang dengan model dan sufix apapun ada di mall ini. Di Setiap orang yang ada di mal ini punya peta pikiran yang sangat rumit. Seperti juga saya, setiap dari mereka punya keinginan, cita – cita, masalah, kesedihan, dan lingkungan yang berbeda – beda. Mulai dari kumpulan masalah, kumpulan cita – cita yang belum kesampaian, sampai kumpulan rencana yang belum jalan. Atau dengan kata lain mall yang di padati ratusan bahkan mungkin ribuan manusia ini, adalah kumpulan dari peta pikiran yang sangat komplek. Jadi tidak hanya rame oleh suara riuh pengunjung, tetapi secara vibrasi pikiran, tentu 1 mall ini penuh dengan frekuesni gelombang pikiran yang sangat ruwet. Akupun akhirnya tersenyum sendiri. Betapa ruwetnya gelombang yang dihasilkan dari pengunjung mall ini. Gelombang masalah yang di bawa ke mall, gelombang kebahagiaan, gelombang bisnis, gelombang pekerjaan, gelombang sex, gelombang pernikahan, semua menyatu.
Jika dari sekarang di tarik garis lurus kedepan selama 100 tahun. Apa yang akan terjadi dengan orang – orang yang ada di mal sekarang ini. Tentu dengan peluang 99% jawabannya adalah mati. yang tentunya pemikiran, rencana dan harapan yang ada di dalam otak para pengunjung akan ikut menghilang dan digantikan oleh keruwetan pemikiran yang baru. Mungkin banyak harapan yang belum tercapai, tetapi kematian telah mendahului. Banyak kesedihan yang belum sepenuhnya terobati, telah di dahului pisahnya hayat dari badan. lamunan saya di berhentikan oleh suara dari belakang. “hey,… ngelamun ya. enak banget”. Akhirnya saya bersama saudara saya pergi meninggalkan mal itu.
Salam Penuh Berkah
Toha Zakaria

April 7, 2008

“ANAKKU…. ENGKAU ADALAH ASETKU“

Filed under: Curhat — TOHA @ 2:30 am

PULANG KAMPOENG. Bagi yang tinggal di luar kampoeng halaman tentunya yang satu ini sangat di rindukan. Bagi yang kuliah, bagi yang mengadu nasib, atau bagi yang sedang berbisnis, tentunya sangat familiar dengan kalimat yang satu ini “pulang kampoeng”. Begitu juga bagi saya yang berada sekitar 800 km dari kampong halaman. Kegiatan yang satu ini punya arti lebih bagi saya pribadi. Selain yang utama sebagai pelepas kangen/sungkem dengan Bapak, pulang kampong bagi saya juga sebagai wisata kuliner. Kesempatan untuk menikmati makanan yang tidak akan saya dapatkan di tempat saya merantau. Kesempatan untuk menikmati masakan bapak saya, seperti jangan ontel, kalak’an hiu, atau yang lebih nyleneh lagi “sambel walang sangit”. tapi (more…)

March 19, 2008

INVESTASI TERBAIK 2008

Filed under: Inspirasi Pribadi — TOHA @ 8:21 am

Sore ini setelah kerjaan selesai, saya mencoba googling di internet untuk mencari tentang investasi terbaik tahun 2008. Dan akhirnya saya menemukan sebuah link dengan judul “investasi terbaik tahun 2008”. Saya pun langsung melunjur ke link tersebut. Sambil menunggu proses loading saya pun menebak –nebak, kira – kira apa ya investasi terbaik tahun ini? Silahkan anda menebak apa kira – kira investasi terbaik tahun ini. Reksadana? Emas? Saham? Forex kah? Togel kah?. Dan sampailah saya pada satu blog. Dan betapa saya terperanjat setelah membaca kalimat pembuka dari artikel di blog tersebut. Kalimat pembuka tersebut bunyinya :

“Investasi terbaik tahun 2008”
Bukan di bisnis.
Bukan di saham.
Bukan di properti.
Bukan di reksadana.
Bukan di option.
Jadi, apa investasi terbaik di 2008?
YOU.
Invest in YOU.
Berinvestasilah untuk diri sendiri. Investasikanlah uang, pikiran dan waktu anda untuk wilayah “leher ke atas”.

Di situ dijelaskan bahwa leverage atau daya ungkit terbesar ada di pikiran. Jadi investasikanlah uang, pikiran dan waktu kita untuk otak kita (leher ke atas). Lewat invesatsi beli buku, ikut seminar, workshop, dengar audio motivasi, surfing di internet, dan lain – lain.
Pertanyaanya sekarang adalah :
Sudah terpolakah anda dalam berinvetasi untuk otak anda?
Seberapa banyak anda membaca buku?
Seberapa rutin anda membeli buku?
Berapa kali setahun anda ikut seminar – seminar pengembangan diri?
Sudahkah anda mencoba bergaul dengan orang – orang yang sukses?.
Pikiran adalah asset terbesar yang kita miliki. Dia selalu ada untuk kita. Dan pikiranlah yang membedakan kita dengan orang gila yang sering kita temui di jalan – jalan. Hasil yang kita capai berupa benda (materi) berawal dari proses berpikir (non materi), asset terlihat berawal dari asset tak terlihat. Saya jadi teringat dengan salah satu materi seminar yang pernah saya ikut di kawsan sudirman Jakarta, pembicara di seminar tersebut mengatakan bahwa sesuatu yang terwujud berupa benda –motor, mobil, rumah- sebelum menjadi suatu benda maka terlebih dulu melalui proses di alam pikiran. Sebelum gedung bertingkat di bangun, maka terlebih dahulu masuk di pikiran arsitek. sang arsitek akan mengitung kontruksi bangunan, menghitung biaya yang di butuhkan, menghitung waktu yang dibutuhkan, dll. Kualitas berpikir arsitek akan menentukan kualitas gedung yang di bangun. Kualitas berpikir anda akan menentukan apa yang akan anda dapatkan. Jadi proses terjadi setelah ada berpikir.
“ubahlah mind-set anda, maka reality anda akan berubah.”. mengubah cara berpikir sama dengan mengubah pola pikir, mengubah pola pikir sama dengan mengubah karakter, mengubah karakter sama dengan mengubah perilaku, dan mengubah perilaku sama dengan mengubah hasil/nasib anda. Semakin berkualitas otak anda, maka akan semakin berkualitas hidup anda. Jadi jika anda ingin mengubah nasib anda, maka ubahlah pikiran anda.
Tetapi hidup adalah masalah keseimbangan. Sehingga anda harus juga memperhatikan investasi di aspek kehidupan yang lain. Investasi di kesehatan, investasi di jiwa dan lain – lain. Jadi kalaupun anda menginginkan kesuksesan, tentunya kesuksesan yang holistik. Apalah artinya kekayaan jika anda terus menerus hanya menikmati hidup di ranjang berpacu dengan sakit. Makan ini ga boleh makan itu ga boleh..cape deh. Apalah artinya kekayaan dan kesehatan, jika keluarga anda tak harmonis dan berantakan.
Jadi….. Berinvestasilah!
Salam Berkelimpahan
Toha Zakaria

February 20, 2008

PRINSIP

Filed under: Inspirasi Pribadi — TOHA @ 5:10 am

Orang yang berbuat jahat/curang, walau bencana belum tiba tetapi rejeki telah menjahuinya
Orang yang bebuat baik, walau rejeki belum tiba tetapi bencana telah menjahuinya

………………….
Sore itu saya pergi ke gramedia untuk beli buku – maklum habis gajian. Dan memang sudah menjadi kegiatan rutin saya, kalau sehabis gajian harus beli buku baru. Sebelum memilih buku yang mau di beli, sayapun buka – buka buku yang kelihatannya menarik. Kebetulan saya menemukan buku motivasi yang di tulis motivator terkenal Indonesia. Saya membuka acak buku tersebut. Dan dan saya menemukan kalimat menarik dari pembuka sebuah bab di buku tersebut. Bunyinya “Orang yang berbuat jahat/curang, walau bencana belum tiba tetapi rejeki telah menjahuinya. Orang yang bebuat baik, walau rejeki belum tiba tetapi bencana telah menjahuinya”. Cukup lama saya merenungi kalimat tersebut. Di tengah perjalanan pulang sambil mengayuh sepeda, saya mencoba memaknai kalimat yang baru saya temukan. Setelah lama berpikir saya sedikit dapat pencerahan. Selama ini, seseorang biasanya melakukan perbuatan tidak baik karena didasari akibat atau ganjaran yang tidak langsung di terima. Artinya, misalkan sesorang mencuri –entah itu mencuri uang, makanan, hingga mencuri sesuatu yang tidak nyata–, dia tidak langsung menerima ganjaran atas perbuatannya. Dia tidak langsung terpotong tangannya. Sehingga selama situasi aman dan tidak ada yang mengetahui, maka perbuatan buruk tersebut akan selalu dilakukan. Padahal ketidak berkahan akan selalu mengintai orang yang telah berbuat jahat. Begitu juga dengan orang yang berbuat baik. Meskipun dia tidak langsung menerima balasan atas perbuatan baiknya, tetapi bencana dan musibah telah menjahuinya. Kenyaman akan selalu menyertai. Sebenarnya prinsip ini sudah secara gamblang di jelaskan lewat hukum timbal balik, atau hukum karma, atau hukum sebab akibat. Apapun yang kita lakukan akan kembali ke kita. Apa yang kita lakukan terhadap orang tua kita sekarang, mencerminkan perlakuan anak kita terhadap kita di usia tua nanti. Apapun kemudahan yang orang lain terima dari kita, merupakan cerminan kemudahan yang akan kita terima nanti. Atau yang lebih luas lagi, apapun yang kita lakukan di dunia ini akan berdampak pada kehidupan kita setelah mati.
Kesimpulan :
Yakinlah, setiap perbuatan baik atau buruk yang kita lakukan, menimbulkan akibat terhadap diri kita di kemudian hari. Yang mungkin tidak kita sadari secara sadar.Bisa jadi perbuatan buruk yang anda lakukan tidak langsung dibalas dengan bencana oleh yang maha kuasa. Tertapi ketahuilah, Yang Maha Kuasa akan mempersulit jalan rejeki anda. Anda akan selalu dibayangi oleh ketidakberkahan. Begitu pula sebaliknya. Bisa jadi perbuatan baik yang anda lakukan tidak langsung dibalas oleh yang di atas dengan rejeki yang melimpah. Tetapi ketahuilah, yang di atas selalu menjaga anda dari bencana.
Salam Penuh Berkah.
Toha Zakaria

January 13, 2008

MENTAL BLOCK “ODOL”

Filed under: Inspirasi Pribadi — TOHA @ 8:22 pm

Kabar baik kan pak! Lewat surat ini saya ingin bertanya dan berbagai cerita sepele. 2 kali saya tahu bapak mebicarakan tentang odol –meskipun hanya sebuah guyonan-. yang pertama lewat buku yang bapak tulis, dan yang kedua saya mendengar langsung dari bapak waktu ketemu di Jakarta. Ada hal menarik yang membuat saya mengakaji ulang pemikiran saya tentang kebiasaan orang terhadap barang yang satu ini (odol). Bapak mengatakan bahwa cara memencet odolpun bisa menjadi penyebeb pertengkaran kecil di sebuah rumah tangga.
Jika odol sudah di pakai 1/3, ketika bapak mau sikat gigi, bapak mencet dari bawah (dari area yang sudah kosong-terus keatas) atau dari atas (di area yang masih penuh)? Jawaban bapak mencerminkan kondisi kehidupan bapak. Inilah kemungkinannya :

1. Jika bapak mencet dari atas (area yang masih penuh) maka kemungkinan mencerminkan :
Kemungkinan pertama : kehidupan bapak penuh dengan kecukupan. Sehingga mencet odol dari arah manapun tidak mempengaruhi keuangan bapak. (mau beli odol berapapun sebulan tak jadi persoalan).
Kemungkinan kedua : bapak kurang rajin sikat gigi. Sehingga mempegaruhi kedisiplinan bapak untuk menghabiskan odol dengan benar – benar habis. (dari bawah terus ke atas, secara konsisten)
Dan biasanya sudah berganti odol ketika odol lama sudah kelihatan habis – tapi belum benar – benar habis.
2. Dan sebaliknya jika bapak mencet dari area bawah (teratur dari bawah, dan terus – terus ke-atas) Maka kemungkinan mencerminkan :
Kemungkinan pertama : kehidupan bapak tidak penuh kelimpahan. Untuk mencukupi kebutuhan pokok (misalkan makan) tergolong sulit. Sehingga mengharuskan perilaku bapak terhadap odol pun harus disiplin. Menghabiskan odol hingga benar – benar habis. Sehingga menuntut pikiran dan tindakan bapak untuk memencet odol dari bawah ke atas secara konsisten ketika hendak sikat gigi. Atau bisa di bilang : jangan sampai ada odol tersisa/terlewat di bagian bawah sedikitpun.
Kemungkinan kedua : Bapak rajin sikat gigi. Sehingga meskipun bapak dalam kelimpahan -misalkan, bapak tetap konsisten untuk disiplin memencet odol yang benar (yaitu dari bawah ke atas).
Dan biasanya belum berganti odol jika odol lama belum benar – benar habis.

Pengalaman di atas saya alami dari sejak kecil. Dan sikap memencet odol dari bawah secara konsisten tersebut bukanlah doktrin langsung dari orang tua saya. Tetapi sebuah doktrin dari situasi dan kondisi kehidupan keluarga saya sejak kecil. Untuk memenuhi kebutuhan pokok –makan- sangat jauh dari kelimpahan. Sudah sebuah kewajaran mama’ saya ngutang tempe, mi, beras atau sayuran kepada tetangga – tetangga keluarga saya. Sehingga untuk urusan kebutuhan odol, yang tentunya pentingnya di bawah kebutuhan makan, tidak bisa terpenuhi secara normal. Akibatnya setiap kali keluarga saya bisa beli odol, timbul sikap otomatis untuk menghabiskan odol dengan benar – benar habis –tanpa sisa- karena untuk menghemat. Yang akhirnya secara tidak sadar terbentuklah kebiasaan untuk memencet odol secara konsisten dari bawah. Dan tentunya itu tidak pernah terjadi di keluarga yang berkecukupan. Tapi ternyata kebiasaan tersebut bisa berubah. Buktinya : salah satu kakak saya yang sudah berkeluarga, telah melanggar kebiasaan lama sejak kecil untuk memencet odol secara konsisten dari bawah. Kebiasaan baru kakak saya setelah berkeluarga memencet odol dari bagian atas (yang masih penuh). Karena memang kehidupan kakak saya sekarang tidak seperti kehidupannya waktu kecil dulu. Sekarang bisa di bilang lebih makmur. Sudah bisa memenuhi kebutuhan sekunder dengan leluasa.
Tetapi untuk diri saya sendiri sampai sekarang masih konsisten. Memencet odol dari bawah. Walaupun kondisi kemakmuran saya sudah tidak sama dengan kondisi keluargaku dulu. Dan ada pertanyaan besar yang ingin saya tanyakan pada bapak sebagai berikut : Apakah cara dan keyakinan saya memencet odol secara konsisten dari bawah, akan menghambat saya untuk sukses?, untuk makmur?. Karena mungkin (karena saya belum menemukan apakah benar pikiran bawah sadar saya seperti ini) ketika saya memencet odol dari bawah secara konsisten, -misalkan- itu sama saja saya mengatakan pada diri saya bahwa saya ini harus menghemat. Saya ini untuk kebutuhan pokok saja susah. Atau sama dengan : saya ini tidak makmur, tidak berkelimpahan. Apa perlu ada yang harus saya rubah?.
Cukup sekian dari saya pak. Mohon maaf jika telah menggangu waktu dan lebih – lebih pikiran bapak yang super sibuk –kali.
JAWABAN :
Pak, Jika anda yakin bahwa mencet odol dari bawah mewakili kondisi yang “sulit” sehingga Bapak harus berhemat dengan cara itu… maka terjadilah seperti yang Bapak yakini. So… hati-hati memilih belief (Sistem keyakinan). Salam

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress