Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya, Dengan Menge-Blog-kannya Rumah Inspirasi Toha Zakaria

July 31, 2008

MEMAKNAI KEINGINAN DAN TUJUAN

Filed under: Inspirasi Pribadi — TOHA @ 7:13 pm

Saudaraku, setiap kita tentu punya keinginan dan tujuan. dan tentunya keinginan kita tidaklah sama dengan keinginan orang lain. Walau bisa jadi punya makna yang sama. Seperti manusia yang diciptakan bermilyar – milyar dalam rupa yang berbeda, tetapi hakekatnya sama dalam tujuan sang pencipta, yaitu mengabdi. Dengan keinginan kita yang bermacam – macam dan setiap saat berubah – ubah, tentunya alangkah baiknya jika kita sebagai bos dari keinginan tersebut mengetahui makna sebenarnya dari setiap keinginan dan tujuan kita. Dengan mengetahui hakekat keinginan dan tujuan kita, akan mempermudah dalam mengontrol setiap keinginan – keinginan kita yang luar biasa banyak, dan kita akan bisa memilah dan memilih mana – mana keinginan yang benar benar personal dan bermakna, sesuai dengan tujuan dan hakekat hidup Karena tidak semua keinginan kita berujung pada kebaikan. Mungkin cerita di bawah ini bisa memberikan pencerahan dan inspirasi terhadap kita dalam menyikapi setiap keinginan dan tujuan dalam kehidupan.

Seorang pengusaha amerika sedang berdiri di dermaga di sebuah desa pantai di meksiko ketika sebuah perahu kecil yang hanya memuat seorang nelayan berlabuh. Dalam perahu terdapat beberapa ikan tuna sirip kuning. Orang amerika itu memuji si nelayan meksiko atas kualitas ikannya dan bertanya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menangkapnya.

Nelayan meksiko itu menjawab, “hanya sebentar.”

Selanjutnya, orang amerika itu bertanya mengapa dia tidak tinggal di laut lebih lama agar dapat menangkap ikan lebih banyak. Nelayan meksiko itu menjawab yang dibawanya sudah cukup untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarganya saat ini.

Lalu, orang amerika itu bertanya, “tetapi, apa yang anda lakukan dengan waktu anda selebihnya?”

Nelayan meksiko itu berkata, “saya tidur larut, memancing sebentar, bermain dengan anak – anak saya, tidur siang bersama istri saya, maria, berjalan – jalan ke desa setiap malam untuk menyesap anggur dan bermain gitar bersama kawan – kawan saya, saya mempunyai kehidupan yang lengkap dan sibuk, Senor.”

Orang amerika itu mencemooh, “saya seorang MBA lulusan Harvard dan dapat menolong anda. Anda semestinya menggunakan waktu lebih banyak untuk menangkap ikan. Dengan keuntungan dari situ, anda dapat membeli perahu yang lebih besar. Dari hasil perahu yang lebih besar, anda dapat membeli beberapa perahu lagi. Pada akhirnya anda dapat memiliki armada perahu nelayan. Bukannya mejual tangkapan kepada tengkulak, anda dapat menjual langsung pada pabrik pengolah ikan, dan akhirnya, anda bisa membuka usaha pengalengan sendiri. Anda akan mengontrol produk, pemrosesan, dan distribusi. Nantinya, anda harus meninggalkan desa pantai yang kecil ini dan pindah ke kota meksiko, lalu ke los angeles, dan akhirnya ke new york, dan anda akan menjalankan persahaan anda sendiri yang semakin berkembang.”

Nelayan meksiko itu bertanya, “tetapi senor, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk ini?
orang amerika itu menjawab, “lima belas sampai duapuluh lima tahun.”

“tetapi, kemudian setelah itu apa, senor?’

Orang amerika itu tertawa dan berkata bahwa itulah bagian yang paling baik. “jika waktunya sudah tepat, anda akan menjual saham perusahaan kepada masyarakat dan menjadi sangat kaya. Anda akan menghasilkan uang berjuta – juta.”

“Berjuta – juta, Senor? Lalu untuk apa?

Orang amerika itu berkata, “lalu, anda akan pensiun. Pindah ke kota pantai kecil supaya anda bisa tidur larut, memancing sedikit, bermain dengan anak – anak, menikmati tidur siang bersama istri, berjalan – jalan ke desa di malam hari dan menyesap anggur serta bermain gitar bersama kawan – kawan”

Saudaraku, silahkan simpulkan dan ambil pelajaran dari cerita di atas.

Salam Berkelimpahan.

Toha zakaria

July 22, 2008

SEANDAINYA, SEUMPAMANE

Filed under: Inspirasi Pribadi — TOHA @ 8:12 am

Tiba – tiba tanpa alasan yang jelas seseorang memberiku IPOD baru, halall, Aple 80 Giga.

Maka apa yang akan saya lakukan..?

Emm….mmm….mmmm???????

Akan saya pake sendiri : ” wahhhhh… Ipod aple 80 giga??? Bisa nyimpen foto, mutar video, bisa nyimpen sampe 20ribu lagu. Keren banget, memang ini yang kutunggu. Bisa nambah PD (bukan Partai demokrat lho) kalo dibawa mejeng”

Akan saya jual : “dijual ajalah laku 1,5 juta ato 2 juta kan lumayan, bisa untuk berbuat banyak dan bisa banyak berbuat. Lagian ngapain ga dijual, kamukan udah punya yang 1 giga”.

Akan saya pake sendiri : “ngapain dijual, mendingan dipake sendiri aja. Gaya hidup man. Yang 1 giga jual aja ke orang lain”

Akan saya jual : “Mo buat apaan 80 giga? Komputermu aja hardisknya Cuma 40 giga. Mo buat hardisk Exsternal?. 1 giga aja yang kamu punya cukup kok untuk dengerin audio book sampe telinga capek, jadi mendingan di jual”

Ahhhhhh…. Seandainya saja.

Seandainya Laptop atau mungkin yang lebih baik…………….

Seandainya Uang 100 Juta atau mungkin yang lebih baik ………………

Seandainya Rumah Mewah………………..

Apa yang akan saya lakukan ya????

Ahhhhhh…. Seandainya.

Apa yang saya tulis diatas bukan sebuah lamunan atau khayalan saja. Saya terinpirasi dari salah satu Blog NLP (Neuro Linguistic Programming) yang mencoba membangkitkan keyakinan bawah sadar. Dalam ilmu NLP ada istilah Quantum NLP, apabila suatu kejadian atau peristiwa yang terjadi di dunia ini Bersifat “mungkin Terjadi” kepada diri kita, maka kitalah yang seringkali membuatnya menjadi tidak mungkin dengan cara membutakan mata, menulikan telinga, mengabaikan rasa dan menafikkan dalam pikiran kita bahwa hal itu bisa terjadi. Akibatnya? Peluang itu menjadi hilang. Bisa di artikan juga “siapa tahu lho benar – benar terjadi kejadian…..” apa salahnya membuka diri terhadap kemungkinan baik yang terjadi pada diri kita. Jadi tidak ada salahnya membuka kemungkinan pintu keyakinan di bawah sadar Anda bahwa apapun mungkin terjadi…

Salam Berkelimpahan
Toha Zakaria

June 26, 2008

KECERDASAN FINANSIAL

Filed under: Inspirasi Pribadi — TOHA @ 12:45 pm

“Bukan Seberapa Besar Uang Yang Kita Miliki
Bukan Seberapa Besar Gaji Kita
Tetapi Seberapa Pintar Kita Mengelolannya”

Mungkin anda pernah menjumpai di sekitar anda seorang yang berpenghasilan besar, tetapi selalu bekubang dengan kekurangan. Sedangkan orang lain yang berpenghasilan di bawah rata – rata tetapi mampu menjaga keuangan dengan seimbang tanpa berurusan dengan hutang. Seorang manager yang tentunya penghasilannya lebih besar dari seorang yang hanya bagian operator, sering meminjam uang ke sang operator untuk menutupi kekurangan. Atau sebuah keluarga yang suami – istri bekerja tetapi selalu mengalami defisit di akhir bulan. Padahal di keluarga lain yang hanya punya satu mesin uang (suami) tetapi tidak pernah berurusan dengan utang mengutang. Atau seorang yang masih bujang dan sudah bekerja mapan, merokok tidak, melihara anak orang lain (pacaran) juga tidak, tetapi sering mengalami kekurangan di akhir bulan. Sedangkan ada orang lain yang sebaya dengan dia, pekerjaannya sama tetapi sudah berkeluarga dan punya anak yang sudah sekolah, adem ayem tidak pernah berhubungan dengan hutang. Bagaimana fenomena ini terjadi? Apakah memberi uang 500 juta kepada mereka yang punya masalah keuangan akan menyelesaikan masalah?
Anda ingat cerita tahun 90an tentang seorang tukang becak yang mendapat hadiah SDSB 100 Juta?. Seketika itu kehidupan sang tukang becak berubah drastis. Dia tidak lagi mengayuh becak, tetapi telah menjadi juragan becak. Banyak barang – barang baru yang di belinya. Dia menjadi orang kaya mendadak di kampungya. Tetapi apa yang terjadi 5 tahun kemudian? Dia mengayuh becak lagi. Barang – barang yang dia beli telah di jual lagi untuk menutupi hutang yang menumpuk. Ada lagi cerita tentang seorang pengusaha yang usahanya gulung tikar akibat krisis moneter tahun 1999. Akibat krisis multi dimensi (faktor luar) usahanya hancur total. Dan dia hanya meninggalkan utang. Tetapi apa yang terjadi 4 tahun kemudian?. Dia kembali jadi pengusaha sukses. Usahanya bangkit lagi, bahkan omzet usahanya melampaui sebelum saat krisis.
Sang tukang becak hanya mengubah apa yang diluar (fisik) tetapi tidak merubah apa yang di dalam (pikiran). Sehingga seberapapun cepat dan drastisnya perubahan yang ada diluar tanpa diikuti perubahan di dalam, maka perubahan di luar hanyalah sementara, tidak bertahan lama. Selama finansial self konsepnya masih seperti tatkala jadi tukang becak, maka apa yang ada di luar akan menyesuaikan dengan mindset tukang becak. Sedangkan bagi si pengusaha, mengalami kebangkrutan bukan masalah, karena finansial konsepnya sudah finansial konsep kaya. Jadi meskipun faktor luar (krisis) lagi tidak bersahabat tidak jadi masalah besar, karena nantinya perubahan luar tersebut tidak akan bertahan karena akan mengikuti faktor dalam. Jadi selama kecerdasan finansial tidak di rubah, dapat 100 juta pun bukan menyelesaikan masalah, bagi mereka yang sering bergelut dengan masalah keuangan (pengutang). Karena toh beberapa waktu kemudian akan kembali ke habitat semula yaitu habitat pengutang.
Bicara faktor luar dan faktor dalam, saya jadi teringat dengan motivator Tung desem waringin. Beliau mengatakan bahwa dunia berubah dengan cepat. Cara cari uang pun banyak berubah. Bila kita (faktor dalam) tidak pintar – pintar menyesuaikan maka yang terjadi adalah kita akan terlindas oleh kondisi yang ada. Dan pada akhirnya kita menyalahkan faktor luar yang berubah. Padahal kalau kita selalu berusaha berpikir cerdas, maka faktor luar yang cepat berubah tersebut tidak akan menimbulkan masalah bagi kita.
Lalu seperti apakah orang yang mempunyai kecerdasan finansial yang baik?
Sebagai contoh :
Si A berpenghasilan dan pengeluaran 50 juta pertahun memiliki kecerdasan finansial yang lebih rendah dibandingkan si B yang punya penghasilan 30 juta pertahun dengan pengeluaran 25 juta dan masih mampu menginvestasikan sisanya 5 Juta. Dilihat dari ilmu dasar Kehidupan, sebenarnya si A sudah mampu mengelola keuangan dengan baik. Karena si A mampu menjaga agar pengeluaran minimal sama dengan penghasilan. Dalam hal ini A sudah berada dalam keseimbangan dasar dan tidak masuk dalam zona utang. Akan tetapi jika kita melihat dari ilmu kaya, maka si A belum memiliki kecerdasan finansial yang baik. Karena apa yang di dapat dalam 1 bulan hanya untuk 1 bulan juga. Si A mengabaikan faktor tak terduga. Artinya dia mengabaikan potensi kehidupannya di masa depan. Apakah berpotensi sulit? Atau berpotensi mudah kehidupannya kelak? yang belum dia ketahui dengan pasti.
Jadi intinya adalah bagaimana kita mengatur antara penghasilan dan pengeluaran. Agar pengeluaran tidak lebih dari penghasilan. Atau minimal (minim tapi maksimal) sama. Karena kalau tidak direncanakan dengan baik, seberapapun gaji kita maka pengeluaran akan berbanding lurus. Gaji 2 juta habis, gaji 10 juta perbulan pun kurang. Dan di butuhkan pengetahuan yang baik untuk dapat mengelola keuangan dengan baik. Untuk meningkatakan kecerdasan finansial kita bisa melalui seminar, internet, buku, dan lain – lain.
Jadi seberapapun gaji anda sekarang, kelolalah dengan benar. Tidak usah menunggu anda bergaji 15 juta sebulan, 20 juta sebulan, atau 50 juta sebulan.

salam
Toha. Zakaria

May 22, 2008

KESADARAN

Filed under: Inspirasi Pribadi — TOHA @ 6:05 am

Alarm Hp berdering. Mataku terbuka. Aku kembali sadar akan kehidupanku
Ohh.. ternyata aku masih hidup.
Ku tarik nafas panjang dan perlahan ku keluarkan.
Ohh. Memang benar aku masih hidup.
Seketika itu pula aku teringat dengan kehidupanku, keluargaku, kerjaku, PT ku, Sepedaku, orang – orang yang ku kenali, harapanku, kebutuhanku, keinginanku, masalah – masalahku, rasa sedihku, rasa gembiraku.
Otak dan hatiku mengantarkan jasadku ke kamar mandi
Ohh…memang benar. Aku benar – benar masih hidup.
Ketika tak dengar lagi buyi alarm. Ketika nafas sudah tak ada yang ter tarik. Ketika aku tak ingat lagi dengan kehidupanku, tak ingat dengan keluargaku, tak ingat dengan siapa yang ku kenali, tak ingat dengan harapanku yang belum terwujud, tak ingat dengan rasa sedih dan gembiraku.
Ahh… Aku jadi Miris. Betapa berharganya waktu Pagiku ini, dan juga Pagi waktu esok, dan waktu – waktu pagi seterusnya.
Mungkin seringkali menganggap apa yang kumiliki adalah hal yang biasa. Setiap Hembusan nafasku, setiap sorotan pandanganku, Setiap yang ku dengar, setiap yang ku makan, setiap yang ku pikirkan, Setiap ayunan kakiku di sepeda. Sungguh anugrah yang luar biasa.
(Oh iya – iya .. aku harus siap – siap kerja..)

April 30, 2008

RUWETNYA SEBUAH MALL

Filed under: Inspirasi Pribadi — TOHA @ 10:02 pm

Saya duduk termenung di pojokan samping kasir di sebuah toko roti di MM bekasi. Saudara sepupu saya lagi mengantri untuk membayar 2 potong roti yang telah di pilihnya. Dan setelah saya hitung ternyata dia ada di urutan ke 11. Aduh… banyak banget. Dan akhirnya pun saya bertemu lagi dengan yang namanya “menunggu”. Kegiatan yang paling banyak di benci orang. Menunggu kereta, menunggu ibu yang lagi belanja di pasar, menunggu pacar, atau menunggu gajian…. Di saat seperti ini tak ada teman ngobrol keculai diri saya sendiri. Maka agar kegiatan menunggu tidak membosankan, saya mencoba mengamati suasana mal yang penuh dengan manusia dengan tipe bermacam – macam. Subhanallah saya tertegun dengan apa yang saya lihat dan rasakan. Begitu banyak orang berseliweran. Dengan berbagai model, ukuran, warna, corak, kepentingan dan tentunya pikiran yang bermacam – macam. Atau kalo bahasa kantor saya, orang dengan model dan sufix apapun ada di mall ini. Di Setiap orang yang ada di mal ini punya peta pikiran yang sangat rumit. Seperti juga saya, setiap dari mereka punya keinginan, cita – cita, masalah, kesedihan, dan lingkungan yang berbeda – beda. Mulai dari kumpulan masalah, kumpulan cita – cita yang belum kesampaian, sampai kumpulan rencana yang belum jalan. Atau dengan kata lain mall yang di padati ratusan bahkan mungkin ribuan manusia ini, adalah kumpulan dari peta pikiran yang sangat komplek. Jadi tidak hanya rame oleh suara riuh pengunjung, tetapi secara vibrasi pikiran, tentu 1 mall ini penuh dengan frekuesni gelombang pikiran yang sangat ruwet. Akupun akhirnya tersenyum sendiri. Betapa ruwetnya gelombang yang dihasilkan dari pengunjung mall ini. Gelombang masalah yang di bawa ke mall, gelombang kebahagiaan, gelombang bisnis, gelombang pekerjaan, gelombang sex, gelombang pernikahan, semua menyatu.
Jika dari sekarang di tarik garis lurus kedepan selama 100 tahun. Apa yang akan terjadi dengan orang – orang yang ada di mal sekarang ini. Tentu dengan peluang 99% jawabannya adalah mati. yang tentunya pemikiran, rencana dan harapan yang ada di dalam otak para pengunjung akan ikut menghilang dan digantikan oleh keruwetan pemikiran yang baru. Mungkin banyak harapan yang belum tercapai, tetapi kematian telah mendahului. Banyak kesedihan yang belum sepenuhnya terobati, telah di dahului pisahnya hayat dari badan. lamunan saya di berhentikan oleh suara dari belakang. “hey,… ngelamun ya. enak banget”. Akhirnya saya bersama saudara saya pergi meninggalkan mal itu.
Salam Penuh Berkah
Toha Zakaria

March 19, 2008

INVESTASI TERBAIK 2008

Filed under: Inspirasi Pribadi — TOHA @ 8:21 am

Sore ini setelah kerjaan selesai, saya mencoba googling di internet untuk mencari tentang investasi terbaik tahun 2008. Dan akhirnya saya menemukan sebuah link dengan judul “investasi terbaik tahun 2008”. Saya pun langsung melunjur ke link tersebut. Sambil menunggu proses loading saya pun menebak –nebak, kira – kira apa ya investasi terbaik tahun ini? Silahkan anda menebak apa kira – kira investasi terbaik tahun ini. Reksadana? Emas? Saham? Forex kah? Togel kah?. Dan sampailah saya pada satu blog. Dan betapa saya terperanjat setelah membaca kalimat pembuka dari artikel di blog tersebut. Kalimat pembuka tersebut bunyinya :

“Investasi terbaik tahun 2008”
Bukan di bisnis.
Bukan di saham.
Bukan di properti.
Bukan di reksadana.
Bukan di option.
Jadi, apa investasi terbaik di 2008?
YOU.
Invest in YOU.
Berinvestasilah untuk diri sendiri. Investasikanlah uang, pikiran dan waktu anda untuk wilayah “leher ke atas”.

Di situ dijelaskan bahwa leverage atau daya ungkit terbesar ada di pikiran. Jadi investasikanlah uang, pikiran dan waktu kita untuk otak kita (leher ke atas). Lewat invesatsi beli buku, ikut seminar, workshop, dengar audio motivasi, surfing di internet, dan lain – lain.
Pertanyaanya sekarang adalah :
Sudah terpolakah anda dalam berinvetasi untuk otak anda?
Seberapa banyak anda membaca buku?
Seberapa rutin anda membeli buku?
Berapa kali setahun anda ikut seminar – seminar pengembangan diri?
Sudahkah anda mencoba bergaul dengan orang – orang yang sukses?.
Pikiran adalah asset terbesar yang kita miliki. Dia selalu ada untuk kita. Dan pikiranlah yang membedakan kita dengan orang gila yang sering kita temui di jalan – jalan. Hasil yang kita capai berupa benda (materi) berawal dari proses berpikir (non materi), asset terlihat berawal dari asset tak terlihat. Saya jadi teringat dengan salah satu materi seminar yang pernah saya ikut di kawsan sudirman Jakarta, pembicara di seminar tersebut mengatakan bahwa sesuatu yang terwujud berupa benda –motor, mobil, rumah- sebelum menjadi suatu benda maka terlebih dulu melalui proses di alam pikiran. Sebelum gedung bertingkat di bangun, maka terlebih dahulu masuk di pikiran arsitek. sang arsitek akan mengitung kontruksi bangunan, menghitung biaya yang di butuhkan, menghitung waktu yang dibutuhkan, dll. Kualitas berpikir arsitek akan menentukan kualitas gedung yang di bangun. Kualitas berpikir anda akan menentukan apa yang akan anda dapatkan. Jadi proses terjadi setelah ada berpikir.
“ubahlah mind-set anda, maka reality anda akan berubah.”. mengubah cara berpikir sama dengan mengubah pola pikir, mengubah pola pikir sama dengan mengubah karakter, mengubah karakter sama dengan mengubah perilaku, dan mengubah perilaku sama dengan mengubah hasil/nasib anda. Semakin berkualitas otak anda, maka akan semakin berkualitas hidup anda. Jadi jika anda ingin mengubah nasib anda, maka ubahlah pikiran anda.
Tetapi hidup adalah masalah keseimbangan. Sehingga anda harus juga memperhatikan investasi di aspek kehidupan yang lain. Investasi di kesehatan, investasi di jiwa dan lain – lain. Jadi kalaupun anda menginginkan kesuksesan, tentunya kesuksesan yang holistik. Apalah artinya kekayaan jika anda terus menerus hanya menikmati hidup di ranjang berpacu dengan sakit. Makan ini ga boleh makan itu ga boleh..cape deh. Apalah artinya kekayaan dan kesehatan, jika keluarga anda tak harmonis dan berantakan.
Jadi….. Berinvestasilah!
Salam Berkelimpahan
Toha Zakaria

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress