Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya, Dengan Menge-Blog-kannya Rumah Inspirasi Toha Zakaria

December 8, 2013

Alhamdulillah Akhirnya Menikah

Filed under: Curhat,Inspirasi Pribadi — Tags: , — TOHA @ 5:43 pm

Pernikahan Bapaknya Toha Pacitan Hari jum’at tanggal 6 desember menjadi salah satu hari yang bersejarah untuk saya. Sebuah hari jum’at yang benar – benar keramat dalam sejarah kehidupan bahagia saya. Iya, pada hari ini akhirnya sebuah hal yang sudah saya perjuangkan selama 4 tahun lebih akhirnya benar – benar terwujud. Mempunyai teman hidup tentu menjadi sebuah hal yang menggembirakan setelah sebelumnya terhimpit kesendirian. Masak, mencuci, bikin kopi, tidur, tak lagi dijalani sendiri. Iya, di hari ini pernikahan itu terjadi dengan izin Allah. Ijab kabul berkumandang di sebuah surau kecil sekitar jam 2 siang. Bukan saya yang menikah, bukan saya yang mendapatkan jodoh, tapi Bapak saya. 9 tahun setelah meninggalnya mamak akhirnya bapak menemukan jodohnya. Siapa jodoh bapak? Tak lain dan tak bukan adalah Bulek (ibu cilik) saya sendiri, alias adik kandung mamak saya.

Sudah sejak 2009 saya berjuang meyakinkan bulek agar mau menikah dengan bapak. Ceritanya yang mengharukan sekaligus mendebarkan pun pernah saya tulis DiSini. Dari tahun 2009 hingga lebaran tahun ini tak henti – hentinya saya (more…)

November 17, 2013

Sedang Dicari! : Pendamping Hidup

Filed under: Curhat,Inspirasi Pribadi — Tags: , — TOHA @ 3:24 am

“Untuk secangkir kopi saja harus melewati banyak proses, apalagi untuk bidadari pendamping seumur hidup”

Foto Toha ZakariaMelihat jarum jam umur sudah menunjukkan angka 28 tahun. Seperempat abad lebih umur ini menjulang. Dan tentu salah satu yang tengah dipikirkan adalah tentang jodoh yang tak kunjung datang. Sudah sangat sering saya mendengar komentar kanan – kiri yang menyemangati untuk tidak terlalu meratapi jodoh yang tak kunjung datang, “santai sajalah”, kata mereka. Alasan mereka kebanyakan adalah karena saya laki – laki, beda kalau misal posisi saya sebagai perempuan umur 28 terus belum dapat jodoh alias belum menikah maka tentu bukan sekedar lampu kuning sebagai peringatan yang menyala terang, melainkan lampu kuning dengan status darurat plus mendesak. Namun apapun pendapat mereka yang menyejukkan tetap tidak akan membuat diri ini berleha – leha menunda urusan menikah, menunggu kesempurnaan. Menyegerakannya tentu akan banyak membawa manfaat ketimbang menunda – nunda. Bersegera tanpa tergesa – gesa dalam menyempurnakan separuh agama.

Namun, menikah bukanlah untuk sehari dua hari melainkan untuk seumur hidup. Menikah adalah sebuah keputusan besar yang akan mengiringi hingga akhir hayat. Artinya dalam mencari jodoh tentu tidak boleh sembrono atau gegabah. Tapi juga tidak boleh terlalu njlimet atau terlalu banyak syarat (more…)

November 10, 2013

Yakinlah, Demi Orang Tua Sama Dengan Demi Masa depan

Filed under: Curhat — Tags: , — TOHA @ 11:18 pm

“orang yang saya cintai bisa meninggal sewaktu – waktu. Kalau saya sayang sama mereka, lebih baik berbakti ya Sekarang!”
Toha zakaria & bapak
Memasuki tahun ke delapan hidup di tanah rantau, melewati 8 kali lebaran yang selalu saya nikmati di kampung halaman Pacitan, baru tahun inilah saya merasakan lebaran di kampung halaman terlama, 3 minggu lebih. Semua itu bisa terwujud berkat keputusan besar awal tahun yang saya ambil, keputusan resign dari pekerjaan yang sudah banyak memberikan segalanya untuk saya. Dulu sewaktu masih jadi karyawan pabrik, biasanya tidak sampai seminggu saya berada di pacitan, lebaran hari ke-4 sudah berangkat balik ke ibu kota. Apalagi diluar libur saat lebaran, paling lama mudik hanya 3 hari dirumah. Maklum status sebagai buruh pabrik mengharuskan saya mengikuti setiap aturan yang ada. Apalagi posisi saya yang nyaris “tak tergantikan” di bagian PPIC (plan production inventory control). Lebaran di kampung sambil memikirkan planing LG, memikirkan material, memikirkan produksi, dan lain – lain, dan lain – lain. Iyah, keputusan resign bulan february kemarin benar – benar membuat saya punya banyak waktu untuk menikmati mudik lebaran lebih lama bersama bapak di kampung halaman.

Semenjak ibu meninggal 9 tahun yang lalu, bapak hingga kini belum menikah lagi. Sudah berkali – kali saya berusaha mencarikan pendamping hidup untuk bapak, namun kandas. Masih teringat jelas bagaimana saya “nembung” bulek (adik ibu) saya untuk menikah dengan bapak. Waktu itu saya sangat gemeteran memulai pembicaraan (more…)

October 13, 2013

Antara Yang Dulu Dan Sekarang

Filed under: Curhat,Inspirasi Pribadi — Tags: , — TOHA @ 12:00 am

Toha Zakaria & Mamak Dulu di keluargaku semangkok bakso untuk bertiga, sekarang mau makan bakso langsung 2 porsi adalah hal yang bisa dengan mudah diwujudkan.

Dulu memasak menggunakan kayu, dan jika musim penghujan tiba masih teringat susahnya menyalakan api untuk memulai masak dikarenakan kayu yang basah. Sekarang masak tinggal putar tombol sedikit, “Cetex” api langsung menyala.

Dulu sewaktu masa kecil makan dengan mie rebus adalah termasuk sesuatu yang “wah”. Masih teringat jelas berapa harga mie rebus waktu itu, Rp.250. Dan hanya mengenal merek Supermi dengan dua rasa yaitu rasa ayam bawang dan rasa bakso sapi. Dan ketika dikasih oleh – oleh dari saudara yang ada di Jakarta berisi indomie dengan berbagai macam rasa, senangnya sungguh luar biasa. Itu dulu, kalau sekarang? Sekarang semakin banyak pilihan mie rebus baik dari sisi merek maupun rasa.

Dulu sewaktu masa kecil makan dengan mie rebus adalah termasuk sesuatu yang “wah”. Masih teringat jelas bagaimana repotnya (more…)

June 9, 2013

Pengalaman Tak Terlupa Masa SMA

Filed under: Curhat — Tags: , — TOHA @ 3:24 am

Kran Air KenanganHari ini kamis jadwal pelajaran olahraga untuk kelasku, 3 IPA 3. Seperti kelas – kelas lain yang jadwal olahraganya lebih dulu, hari ini adalah hari praktik lari jarak jauh, sekitar 3,5 km. Masih terngiang kejadian kemarin sore dengan Mamak (ibu). Sore kemarin aku menghadap mamak untuk menyampaikan kalau pelajaran olahraga hari ini adalah praktik lari jarak jauh. Yang ujung – ujungnya aku berniat meminta uang saku sekolah. Aku pun memulai perbincangan. “Mak, besok olahraganya lari jarak jauh”. Mamak pun sudah paham dengan maksud kalimat singkatku, dan segera beliau mengeluarkan “pusakanya” yaitu dompet warna orange yang sudah kusam. Aku pun lega melihat mamak mengeluarkan dompetnya. Sambil membuka dompetnya dan mengarahkan ke aku, “Nang, mamak tidak bisa memberi uang jajan untuk besok, ini duit mamak tinggal Rp.500, dan Bapakmu belum terima bayaran”. Terlihat jelas selembar uang Rp.500 dominasi warna hijau berhiaskan gambar rumah adat. Jegleerrrr….jawaban mamak benar – benar makjleb dan akan menciptakan kenangan tak terlupa hingga masa depan. Aku pun dengan singkat membalas “Ouh Ya sudah Mak ndak apa – apa”. Ya, jawaban mamak seperti itu memang sudah membuatku bertekuk lutut tak berkutik. Jawaban tersebut tak mungkin lagi (more…)

January 31, 2013

Impian Naik Pesawat Pun Terwujud

Filed under: Curhat — Tags: — TOHA @ 7:57 pm

Naik pesawat. Sebuah hal yang belum pernah aku alami dan masih dianggap sebagai barang langka. Aku pun membayangkan, Pacitan-Jakarta yang biasanya ditempuh dengan bis selama 16 jam, dengan naik pesawat 4 jam pun bisa sampai pacitan. Dengan rincian Jakarta – Jogja 1 jam, Jogja – pacitan 3 jam perjalanan dengan menggunakan travel. Dan akhirnya pagi ini 1 January 2013 mimpi tersebut menjadi nyata.

Pagi ini sekitar jam 10 aku dan dia berangkat ke bandara Soekarno-Hatta dengan naik bis damri dari depan plaza jababeka cikarang. Tampak raut muka dia begitu bahagia sepanjang perjalanan menuju bandara. Dan aku pun sebagai orang terdekatnya tak bisa menyembunyikan kebahagiaan yang yang menular darinya. Iya, kebahagiaan itu menular, begitu juga dengan ketidakbahagiaan. Sebenarnya (more…)

« Newer PostsOlder Posts »

Powered by WordPress